Artikel

BPBD Kota Serang Adakan Pelatihan Penanganan Korban Bencana

    Dibaca 38 kali

Serang – Untuk meningkatkan ketrampilan para relawan kelurahan tangguh dan angota Tanggap Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang menggelar kegiatan pelatihan penanganan terhadap korban bencana bertempat di vila Marina Anyer tgl 10 – 12 april 2018.

Menurut Kepala seksi pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Kota Serang, Eva Hasanah mengatakanan, kota Serang yang merupakan daerah urban dan pesisir mempunyai potensi kerawananan benca, untuk itu BPBD kota Serang membentuk tim relawan kelurahan tangguh yang selalu siaga menangani bencana didaerah masing-masing.

“Semua daerah pasti mempunyai potensi bencana, dan kita harus mempersiapkan personil yang tangguh dalam mengatasi dambak bencana, selainitu juga penanganan yang tepat terhadap korban bencana juga sangat penting untuk meminimalisir terjadinya korban jiwa,” ujar Eva disela acara.

Lebih lanjut Ia mengatakan kota Serang mempunyai beberapa potensi bencana seperti, banjir, longsor, kebakaran dan angin putingbeliung, meskipun sampai saat ini belum terjadi kejadian bencana luar bisa namun demikian BPBD Kota Serang terus melakukan sosialisasi tanggap bencana kesemua masyarakat.

Kegiatan sosialisasi yang menghadirkan narasumber pelatihan penanganan korban bencana dari Kantor Basarnas Banten dikuti oleh 50 peserta dari dua kelurahan tangguh yaitu Kelurahan tangguh sawah luhur dan margaluyu lanjut Eva juga menghadirkan narasumber dari Asda 3 pemkot Serang, Dinas Sosial juga BPBD provinsi Banten.

“Kita tanamkan kewaspadaan bencana mulai dari keluarga dan lingkungan kita seperti untuk mencegah banjir kita coba koreksi lingkungan kita apakah saluran draenase kita sudah sesuai belum, kemudian menjagasaluran jangan sampai tersumbat sampah, serta menjaga kelestarian hutan itu langkah awal untuk meminimalisir terjadinya bencana” paparnya.

Eva menambahkan, untuk wilayah kota serang juga harus mewaspadai terjadinya bencana kekagalan industri, mengingat kota Serang berdekatan dengan kawasan industrib besar seperti Bojonegara dan Cilegon, selain itu juga wilayah pesisir pantai juga berpotensi terjadinya rawan bencana.

Sementara itu kepala subseksi sumberdaya pada Kantor Basarnas Banten Nono Warso mengatakan dalam kegiatan ini pihaknya menurunkan beberapa instruktur untuk memberikan pelatihan penanganan korban bencana kepada para peserta baik secara teori maupun praktek langsung.

“Kita berikan pemahamaman mengenai penanganan korban bencana secara benar dan tepat untuk meminimalisir jatuhnya korban, kita juga secara rutin melakukan sosialisasi penanganan bencana ke semua wilayah Banten, kita juga bisa dihubungi 24 jam jika terjadi bencana ke nomer 115 atau 02548485625,” ujarnya disela acara. (ris)